GEBYAR KOLABORASI KOKURIKULER DAN CLASSMEETING SMK MUDA 2025 BERTEMA JARIK FESTIVAL

 

SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan kembali menghadirkan suasana meriah dan penuh kreativitas melalui penyelenggaraan Gebyar Kokurikuler 2025 yang tahun ini digelar bersamaan dengan kegiatan Classmeeting bertema “Jarik Festival Nusantara”  mengangkat Perayaan Keagungan Tradisi Dalam Bingkai Masa Kini. Perpaduan antara nuansa budaya lokal, semangat kesehatan, dan pemberdayaan siswa menjadi ciri khas yang membuat kegiatan ini begitu istimewa.

Ketua Pelaksanaan Kokurikuler Khuzaemah, SP menegaskan bahwa “ Mengapa kita harus Mengangkat Kearifan Lokal Lewat Jarik Festival ?” karena Jarik sebagai salah satu warisan budaya Nusantara menjadi ikon utama classmeeting kali ini. Seluruh siswa dan guru mengenakan jarik atau motif batik khas daerah masing-masing, menciptakan suasana penuh warna yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia. Lomba tari kreasi nusantara dan lomba fashion show jarik memperlihatkan bahwa generasi SMK tidak hanya unggul dalam keahlian vokasional, tetapi juga bangga melestarikan budaya bangsa.

Khuzaemah S.P menggandeng Ketua IPM SMK Muda , Eka Kurniasari, S.Pd  untuk berkolabolarasi dalam gebyar kokurikuler yang terwadahi di dalam classmeeting. Melalui tema ini, sekolah berkomitmen menanamkan nilai cinta budaya, identitas nasional, dan kreativitas dalam berkarya.

Dalam kegiatan Gebyar Kokurikuler tahun ini, aspek kesehatan menjadi perhatian utama. Disamping itu terdapat pula lomba-lomba yang menekankan ketangkasan serta sportivitas seperti bola voli, lomba oper bola berantai, dan free fire . Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk bergerak aktif, berlatih kerja sama, dan menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga ruang untuk membangun karakter seperti lomba menyanyi dan lomba baca puisi. Kolaborasi antarkelas, kerja tim, sportivitas, komunikasi, dan kepemimpinan menjadi nilai yang terus diasah selama kegiatan berlangsung.

Gebyar Kokurikuler “Generasi SMK Sehat dan Berdaya” yang terintegrasi dengan Classmeeting “Jarik Festival Nusantara” membuktikan bahwa pengembangan karakter dan potensi siswa dapat dikemas dengan cara yang kreatif dan bermakna. Perpaduan budaya, kesehatan, dan pemberdayaan menjadikan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas akhir semester, tetapi momentum penting untuk memperkuat identitas, semangat sehat, serta kemandirian generasi muda.

Dengan semangat sehat, berdaya, dan cinta budaya, siswa SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan diharapkan mampu menjadi generasi yang tangguh, kompeten, serta siap berkontribusi bagi Indonesia yang lebih maju.

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *